Jumat, 01 April 2011

SILATURAHMI DALAM ISLAM DAN FAEDAH SERTA HIKMAH DI DALAMNYA

Dalam Islam hubungan
silaturahmi
atau hubungan
kekerabatan dalam
menyambung tali
persaudaraan
sangat penting karena
hal ini banyak
di sebutkan dalam Al
Qur'an dan
As- Sunnah secara
terperinci.
Islam memotivasi untuk
bersilaturahmi dan
memuji orang
yang menyambungnya,
bahkan
islampun
memperingatkan dari
memutuskan silaturahmi
dengan
mengancam pelakunya
dengan
siksaan yang besar di
dunia dan
akhirat.
Allah berfirman dalam Al
Qur'an :
Surat Ar-Ra'd [13]: 21
"dan orang-orang yang
menghubungkan apa-apa
yang
Allah perintahkan supaya
dihubungkan (yaitu
mengadakan
silaturahim dan tali
persaudaraan) ,
dan mereka takut kepada
Tuhannya
dan takut kepada hisab
yang buruk."
lihat pula Surat Al-Isra
[17]: 26 dan
Surat An-Nisa[4]: 36.
Dalam Hadistnya :
"Ar-Rahim (Rasa
persaudaraan)
bergantung di Arsy. Ia
berkata:"Barang siapa
yang
menyambungku, maka
Allah akan
menyambungnya dan
barang siapa
yang memutusku, Allah
akan
memutusnya"
(HR Ahmad)
CARA BERSILATURAHMI
Silaturahmi di jaman
sekarang ini
amat mudah
manfaatkanlah
kecanggihan tehnologi
untuk
menyambung silaturahmi
dengan
handai taulan kita.
Ibnu Abbas Ra
meriwayatkan;
Rasulullah SAW bersabda
"sambunglah hubungan
kekeluargaanmu, walau
hanya
dengan salam".
lebih rinci lagi cara
silaturahmi yang
diajarkan Rasulullah SAW
adalah
sbb:
Dari Abu hurairah Ra, ia
berkata :
Rasulullah SAW
bersabda :"Janganlah
kalian saling
dengki, jangan saling
meninggikan
harta, jangan saling
membelakangi,
Jadilah kalian hamba-
hamba Allah
yang bersaudara.
Seorang muslim itu
saudara muslim
yang lainnya, tidak boleh
berbuat
dzalim kepadanya, tidak
boleh
merendahkannya, tidak
boleh
menipunya, dan tidak
boleh
menghinanya.
Takwa itu ada
disini."Beliau
menunjuk dadanya tiga
kali".
cukup jahad seseorang
yang
menghina saudaranya
sesama
muslim. Setiap muslim
atas muslim
yang lain haram
darahnya, hartanya
dan kehormatannya" (HR
Muslim).
HIKMAH SILATURAHMI
1. Silaturahmi landasan
tegaknya
Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa beriman
kepada Allah
dan hari akhirat,
maka hendaklah dia
memuliakan
tamunya. Barangsiapa
beriman
kepada Allah dan hari
akhirat, maka hendaklah
mengatakan yang baik
atau diam
saja" (HR. Bukhari
Muslim)
2. Rahmat akan meliputi
bagi yang
menghubungkan
kekeluargaan yang
kuat.
Firman Allah : Surat At
Taubah[9]: 71
"Dan orang-orang yang
beriman,
lelaki dan perempuan,
sebahagian
mereka (adalah)
menjadi penolong bagi
sebahagian
yang lain. Mereka
menyuruh
(mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari
yang
munkar, mendirikan
shalat,
menunaikan zakat dan
mereka
ta'at pada Allah dan
Rasul-Nya.
Mereka itu akan diberi
rahmat oleh
Allah;
sesungguhnya Allah Maha
Perkasa
lagi Maha Bijaksana".
3. Dipanjangkan umur
dan di
tambah rizki-nya.
Rasulullah SAW bersabda
“ Barang
siapa yang suka
dipanjangkan
umurnya dan
ditambah rizkinya,
hendaknya
bertaqwa kepada Allah
dan
menyambung sanak
kerabat ” (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah Ra, dia
berkata : ”
Rasulullah SAW
bersabda : “Barang
siapa
yang suka dilapangkan
rizkinya, dan
dipanjangkan umurnya
maka
sambunglah tali
Silaturahmi. ”
4. Terhindar mati jelek
(Su-ul
Khatimah)
Rasulullah SAW
bersabda :
“ Barangsiapa yang
menginginkan
Allah memanjangkan
Umurnya dan diperluas
rezekinya
serta terhindar dari mati
jelek (su-ul
khatimah), hendaklah ia
bertawakal
kepada Allah dan
menyambung
sanak kerabat ”
5. Tanda berakhlak mulia
Rasulullah SAW
bersabda :
“ Rasulullah SAW
bersabda:
“ Menyambung sanak
kerabat,
Berakhlak mulia dan
hidup
bertetangga dengan baik,
bisa
memakmurkan kampong
dan
Menambah umur. (HR
Ahmad)
6. Ridha dan murka Allah
tergantung orang tua
Dari Abdullah bin ‘Amir
bin al-Ash
Ra, dari Nabi SAW beliau
bersabda : ”Ridha
Allah ada pada keridhaan
kedua
orang tua, dan murka
Allah ada
pada kemurkaan
kedua orang tua ” (HR at-
Tirmidzi).
MEMUTUSKAN
SILATURAHMI
Memutuskan silaturahmi
dengan
tidak mau berbicara dan
perbuatan
sejenis lainnya adalah
haram, jika
motivasinya bersifat
duniawi.
Rasulullah SAW
bersabda :
"Tidaklah halal bagi
seseorang
Muslim memutuskan
hubungan
dengan saudaranya lebih
dari tiga
hari, jika ketemu ia saling
mengelak.
Yang paling baik diantara
keduanya
adalah yang memulai
salam" (HR
Bukhari Muslim)
Akibat memutuskan
silaturahmi :
1. Jika memutuskan enam
hari
seperti menumpahkan
darahnya.
Rasulullah SAW
bersabda :
"Barangsiapa yang
memutuskan
hubungan dengan
saudaranya
selama enam hari, maka
sama seperti
menumpahkan
darahnya" (HR Abu Daud)
Dibolehkan apabila
dilakukan karena
Allah taala atau
motivasinya untuk
kepentingan
agama. seperti kisah tiga
orang
sahabat nabi yang tidak
mau ikut
perang Tabuk dan
diasingkan selama 50 hari
sebagai
hukuman ketidak
ikutsertaannya
dalam perang.
2. Akan mendapat laknat,
ditulikan
dan dibutakan Allah
Ta'ala.
Allah berfirman dalam Al
Qur'an
S.Muhammad [47]:22-23 :
"Maka apakah kiranya
jika kamu
berkuasa kamu akan
membuat
kerusakan di muka bumi
dan memutuskan
hubungan
kekeluargaan? mereka
itulah orang-
orang yang dilaknati
Allah dan ditulikan-Nya
telinga
mereka dan dibutakan-
Nya
penglihatan mereka."
3. Dosa yang dipercepat
siksanya di
dunia dan akhirat
Rasulullah SAW
bersabda :
"Tidaklah ada dosa yang
lebih
pantas untuk Allah Ta'ala
percepat
siksaannya di
dunia disamping ada yang
diakhirkan bagi
pelakunya di akhirat
daripada kezhaliman
dan memutuskan
persaudaraan" (diriwayatkan
oleh
Imam Ahmad)
4. Siapa yang
memutuskan
silaturrahmi maka Allah
akan
memutuskan dan
menolaknya.
Dalam hadist Qudsy, Allah
Ta'ala
berfirman :
" Saya Ar-Rahman, Saya
telah
menciptakan rahmi dan
Saya
memberikannya nama
dari
pecahan nama-Ku. Siapa
saja yang
menyambungnya maka
Saya akan
menyambung hubungan
dengan dia, sedangkan
siapa yang
memutuskannya maka
Saya akan
memutuskan hubungan
dengan dia dan
menolaknya".
(Diriwayatkan oleh Imam
Ahmad)
5. Rahmat Allah tidak
turun kepada
orang yang memutuskan
silaturahmi.
Rasulullah SAW
bersabda :
" Sesungguhnya rahmat
tidak akan
turun kepada segolongan
orang
yang ditengah
mereka ada seseorang
yang
memutuskan hubungan
keluarga" (HR. Al-
Ashbahany dan
At thabrani)
6. Malaikat Rahmat tidak
turun
kepada orang yang
memutuskan
silaturahmi.
Rasulullah SAW
bersabda :
" Sesungguhnya para
malaikat tidak
akan turun kepada
segolongan
orang yang di
tengah mereka ada
seseorang yang
memutuskan hubungan
kekeluargaan"(HR At-
Thabrani)
7. Tidak akan masuk
surga
Rasulullah SAW
bersabda :
" Tiga orang yang tidak
akan masuk
surga yaitu pembuat
khamar, orang
yang memutus-
kan hubungan
kekeluargaan dan
orang yang
membenarkan
sihir" (HR Ahmad, al-
Hakim
dan Ibnu Hibban)
" Tidak akan masuk surga
orang
yang memutuskan
hubungan
kekeluargaan" (Muttafaq
alaih)
" Tidak akan masuk surga
orang
yang melakukan lima
perkara: orang
yang suka
minum khamar, percaya
kepada
sihir, memutuskan sanak
saudara,
tidak akan masuk
surga pula dukun (tukang
ramal)
dan orang yang suka
mengungkit
pemberiannya"
(HR Ahmad).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar