Jumat, 01 April 2011

KISAH PENCIPTAAN NUR NABI MUHAMMAD SAW

Suatu hari Sayidina
Ali, karamallahu
wajhahu, misan dan
menantu Nabi Suci SAW
bertanya,
"Wahai (Nabi)
Muhammad, kedua orang
tuaku akan menjadi
jaminanku, mohon
katakan padaku apa
yang diciptakan Allah
Ta ’ala sebelum semua
makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab :
"Sesungguhnya, sebelum
Rabbmu menciptakan
lainnya, Dia menciptakan
dari Nur-Nya nur
Nabimu."
Di Hadist yang lain, yang
diiiwayatkan dari
Abdurrazaq ra yang
diterimanya dari Jabir ra,
bahwa Jabir pernah
bertanya kepada
Rasulullah saw, "Ya
Rasulullah,
beritahukanlah
kepadaku, apakah yang
mula-mula sekali Allah
jadikan?".
Rasulullah saw
menjawab :
"Sesungguhnya Allah
ciptakan sebelum adanya
sesuatu adalah nur
Nabimu dari Nur-Nya."
Nur Muhammad itu
sudah ada sebelum
adanya segala sesuatu di
alam ini. Nur Muhammad
dianugerahi tujuh
lautan : Laut Ilmu, Laut
Latif, Laut Pikir, Laut
Sabar, Laut Akal, Laut
Rahman, dan Laut
Cahaya.
Dia kemudian membagi
Nur ini menjadi empat
bagian Dari bagian
pertama Dia
menciptakan Pena. dari
bagian kedua lawhal-
mahfudz, dari bagian
ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui
bahwa ketika Allah
menciptakan lawhal-
mahfudz dan Pena. Pada
pena itu terdapat
seratus simpul, jarak
antara kedua simpul
adalah sejauh dua tahun
perjalanan. Allah
kemudian
memerintahkan Pena
untuk menulis, dan Pena
bertanya, "Ya Allah, apa
yang harus saya tulis?"
Allah berfirman,
“ Tulislah : la ilaha
illallah,Muhammadan
Rasulullah ”.
Atas itu Pena berseru,
"Oh, betapa sebuah
nama yang indah, agung
Muhammad itu bahwa
dia disebut bersama
Asma Mu yang Suci, ya
Allah".
Allah kemudian
berfirman, "Wahai Pena,
jagalah kelakuanmu !
Nama ini adalah nama
Kekasih-Ku, dari Nurnya
Aku menciptakan ‘Arsy
dan Pena dan lawhal-
mahfudz; kamu, juga
diciptakan dari Nurnya.
Jika bukan karena dia,
Aku tidak akan
menciptakan apapun ”.
Ketika Allah SWT telah
mengatakan kalimat
tersebut, Pena itu
terbelah dua karena
takutnya kepada Allah,
dan tempat dari mana
kata-katanya tadi keluar
menjadi tertutup/
terhalang, sehingga
sampai dengan hari ini
ujungnya tetap terbelah
dua dan tersumbat,
sehingga dia tidak
menulis, sebagai tanda
dari rahasia Ilahiah yang
agung.
Kemudian Allah
memerintahkan Pena
untuk menulis "Apa yang
harus saya tulis, Ya
Allah?" bertanya Pena.
Kemudian Rabb al Alamin
berkata, "Tulislah semua
yang akan terjadi sampai
Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah,
apa yang harus saya
mulai?". Berfirman Allah,
"Kamu harus memulai
dengan kata-kata ini:
Bismillah al-Rahman al-
Rahim."
Dengan rasa hormat dan
takut yang sempurna,
kemudian Pena bersiap
untuk menulis kata-kata
itu pada Kitab (lawh al-
mahfudz), dan dia
menyelesaikan tulisan itu
dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah
menulis kata-kata itu,
Allah SWT berfirman
"Telah memakan 700
tahun untuk kamu
menulis tiga Nama-Ku;
Nama Keagungan-Ku,
Kasih Sayang-Ku dan
Empati-Ku. Tiga kata-
kata yang penuh barakah
ini saya buat sebagai
sebuah hadiah bagi
ummat Kekasih-Ku
Muhammad. Dengan
Keagungan-Ku, Aku
berjanji bahwa bilamana
abdi manapun dari
ummat ini menyebutkan
kata Bismillah dengan
niat yang murni, Aku
akan menulis 700 tahun
pahala yang tak
terhitung untuk abdi
tadi, dan 700 tahun dosa
akan Aku hapuskan. ”
“Sekarang (selanjutnya),
bagaian ke-empat dari
Nur itu Aku bagi lagi
menjadi empat bagian:
Dari bagian pertama Aku
ciptakan Malaikat
Penyangga Singgasana
(hamalat al-’Arsy); Dari
bagian kedua Aku telah
ciptakan Kursi, majelis
Ilahiah (Langit atas yang
menyangga Singgasana
Ilahiah, ‘Arsy); Dari
bagian ketiga Aku
ciptakan seluruh
malaikat (makhluk)
langit lainnya. ”
“kemudian bagian
keempat Aku bagi lagi
menjadi empat bagian:
dari bagian pertama Aku
membuat semua langit,
dari bagian Kedua Aku
membuat bumi-bumi,
dari bagian ketiga Aku
membuat jinn dan api. ”
“Bagian keempat Aku
bagi lagi menjadi empat
bagian : dari bagian
pertama Aku membuat
cahaya yang menyoroti
muka kaum beriman;
dari bagian kedua Aku
membuat cahaya di
dalam jantung mereka,
merendamnya dengan
ilmu ilahiah; dari bagian
ketiga cahaya bagi lidah
mereka yang adalah
cahaya Tawhid (Hu
Allahu Ahad), dan dari
bagian keempat Aku
membuat berbagai
cahaya dari ruh
Muhammad SAW ”.
Ruh yang cantik ini
diciptakan 360.000 tahun
sebelum penciptaan
dunia ini, dan itu
dibentuk sangat (paling)
cantik dan dibuat dari
bahan yang tak
terbandingkan
Kepalanya dibuat dari
petunjuk, lehernya
dibuat dari kerendahan
hati. Matanya dari
kesederhanaan dan
kejujuran, dahinya dari
kedekatan (kepada
Allah). Mulutnya dari
kesabaran, lidahnya dari
kesungguhan, pipinya
dari cinta dan kehati-
hatian, perutnya dari
tirakat terhadap
makanan dan hal-hal
keduniaan, kaki dan
lututnya dari mengikuti
jalan lurus dan
jantungnya yang mulia
dipenuhi dengan rahman.
Ruh yang penuh
kemuliaan ini diajari
dengan rahmat dan
dilengkapi dengan adab
semua kekuatan yang
indah. Kepadanya
diberikan risalahnya dan
kualitas kenabiannya
dipasang. Kemudian
Mahkota Kedekatan
Ilahiah dipasangkan pada
kepalanya yang penuh
barokah, masyhur dan
tinggi di atas semua
lainnya, didekorasi
dengan Ridha Ilahiah dan
diberi nama Habibullah
(Kekasih Allah) yang
murni dan suci.
Kemudian Allah SWT
menciptakan sebuah
pohon yang dinamakan
Syajaratul Yaqin.
Tangkainya berjumlah
empat. Kemudian
diletakanlah Nur
Muhammad pada pohon
tersebut. Namun,
kehadiran Nur
Muhammad, itu
membuat pohon
bergetar hebat hingga
berubah menjadi
permata putih.
Sedangkan Nur
Muhammad memuji
bertasbih ke hadirat
Allah Ta ’ala 70.000 tahun
lamanya. Pada permata
tersebut, Nur
Muhammad mencoba
bercermin. Wajahnya
begitu indah dilihat.
Bentuknya seperti
burung merak, dan
pakaiannya demikian
indah. Dihiasi dengan
berbagai perhiasan.
Kemudian ia bersujud
lima kali.
Allah SWT melihatnya,
membuat Nur tersebut
merasa malu dan takut.
Lalu keluar keringat dari
kepalanya. Dari keringat
tersebut Allah SWT
menciptakan nyawa
malaikat. Dari keringat
wajahnya, diciptakanlah
nyawa ‘Arsy, matahari,
bulan, bintang, dan apa-
apa yang ada di langit.
Keringat dadanya
menjadi bahan untuk
menciptakan nyawa para
rasul, nabi, wali, ulama,
dan orang orang shaleh.
Adapun keringat yang
muncul dari keningnya,
diciptakanlah nyawa
orang-orang mukmin dari
umat Nabi Muhammad
saw. Dari keringat kedua
telinganya, diciptakan
oleh Allah SWT nyawa
orang-orang Yahudi,
Nasrani, dan orang-orang
kafir, dan sesat.
Sedangkan keringat
kakinya di antaranya
menjadi isi bumi.
Pada waktu selanjutnya
Allah SWT menciptakan
lentera akik yang merah
yang cahayanya
menembus ke dalam dan
keluar. Lalu Nur
Muhammad dimasukkan
ke dalam lentera
tersebut. Berada di
dalamnya dalam posisi
berdiri. Sementara
nyawa-nyawa yang sudah
tercipta berada di luar.
Seluruhnya membaca
"Subhanallaahi wal
hamdulillaahi wa laa
ilaaha illallaahu wallahu
akbar". 1.000 tahun
lamanya nyawa-nyawa
itu diperintahkan Allah
SWT untuk melihat ke
diri Nur Muhammad.
Nyawa yang berhasil
melihat kepala Nur
Muhammad, maka ia
akan ditakdirkan
menjadi pemimpin/
penguasa. Siapa yang
melihat ubun-ubunnya,
itulah mereka yang akan
menjadi guru/pendidik
yang jujur. Siapa yang
melihat matanya, ia akan
menjadi hafidz
(penghapal Al Quran).
Mereka yang
memandang telinganya
akan menjadi mereka
yang menerima
peringatan dan nasehat.
Adapun yang bisa
melihat hidungngya,
mereka itu akan menjadi
ahli bicara atau dokter.
Sedangkan mereka
nyawa-nyawa yang
berhasil melihat bibir
Nur Muhammad, ia akan
ditakdirkan menjadi
seorang menteri. Nyawa
yang melihat bagian
giginya maka wajahnya
kelak akan cantik
rupawan, ia yang bisa
melihat lidahnya, akan
jadilah utusan/duta raja-
raja. Apabila yang dilihat
lehernya, ditakdirkanlah
menjadi orang
berdagang dan
usahawan. Apabila
tengkuk yang bisa
dilihatnya, akan jadilah
seorang tentara. Mereka
yang berhasil melihat
kedua lengan tangannya,
maka akan jadi perwira.
Jika sikut kanannya yang
dilihat, Allah SWT akan
menjadikan dirinya
berkehidupan dalam
dunia tekstil, sedangkan
kalau sikut Kirinya, ia
akan menjadi orang yang
pernah membunuh.
Serta, jika dadanya yang
berhasil dilihat, maka ia
akan menjadi ulama yang
disegani. Bila bagian
belakang, ia akan
ditakdirkan menjadi para
ahli sosial
kemasyarakatan. Dan
jika hanya bayangannya
yang berhasil dilihat,
maka ia akan menjadi
orang yang
berkecimpung dalam
bidang seni.
Barang siapa melihat
tenggorokannya yang
penuh barokah akan
menjadi khatib dan
mu’adzin (yang
mengumandangkan
adzan). Barang siapa
memandang janggutnya
akan menjadi pejuang di
jalan Allah. Barang siapa
memandang lengan
atasnya akan menjadi
seorang pemanah atau
pengemudi kapal laut.
Siapa yang melihat
tangan kananya akan
menjadi seorang
pemimpin, dan siapa
yang melihat tangan
kirinya akan menjadi
seorang pembagi (yang
menguasai timbangan
dan mengukur suatu
kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat
telapak tangannya
menjadi seorang yang
gemar memberi; siapa
yang melihat belakang
tangannya akan menjadi
kolektor. Siapa yang
melihat bagian dalam
dari tangan kanannya
menjadi seorang pelukis;
siapa yang melihat ujung
jari tangan kanannya
akan menjadi seorang
calligrapher, dan siapa
yang melihat ujung jari
tangan kirinya akan
menjadi seorang pandai
besi. Siapa yang melihat
dadanya yang penuh
barokah akan menjadi
seorang terpelajar
meninggalkan keduniaan
(ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat
punggungnya akan
menjadi seorang yang
rendah hati dan patuh
pada hukum syari ’at.
Siapa yang melihat sisi
badannya yang penuh
barokah akan menjadi
seorang pejuang. Siapa
yang melihat perutnya
akan menjadi orang yang
puas, dan siapa yang
melihat lutut kanannya
akan menjadi mereka
yang melaksanakan ruku
dan sujud. Siapa yang
melihat kakinya yang
penuh barokah akan
menjadi seorang
pemburu, dan siapa yang
melihat telapak kakinya
menjadi mereka yang
suka bepergian. Siapa
yang melihat
bayangannya akan
mejadi penyanyi dan
pemain saz (lute).
Semua yang memandang
tetapi tidak melihat apa-
apa akan menjadi kaum
takberiman, pemuja api
dan pemuja patung.
Mereka yang tidak
memandang sama sekali
akan menjadi mereka
yang akan menyatakan
bahwa dirinya adalah
tuhan, seperti Namrudz,
Firaun, dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur
dalam empat baris. Di
baris pertama berdiri ruh
para nabi dan rasul, a.s,
di baris kedua
ditempatkan ruh para
orang suci, para sahabat,
di baris ketiga berdiri
ruh kaum beriman, laki –
laki dan perempuan. Di
baris ke empat berdiri
ruh kaum tak beriman.
Semua ruh ini tetap
berada dalam dunia ruh
di hadhirat Allah SWT
sampai waktu mereka
tiba untuk dikirim ke
dunia fisik. Tidak seorang
pun tahu kecuali Allah
SWT yang tahu berapa
selang waktu dari waktu
diciptakannya ruh penuh
barokah Nabi
Muhammad sampai
diturunkannya dia dari
dunia ruh ke bentuk
fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi
Suci Muhammad SAW
bertanya kepada
malaikat Jibril , "Berapa
lama sejak engkau
diciptakan?" Malaikat
itu menjawab, "Ya
Rasulullah, saya tidak
tahu jumlah tahunnya,
yang saya tahu bahwa
setiap 70.000 tahun
seberkas cahaya gilang
gemilang menyorot
keluar dari belakang
kubah Singgasana
Ilahiah: sejak waktu saya
diciptakan cahaya ini
muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu
apakah cahaya itu?"
bertanya Nabi
Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu,"
berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku
dalam dunia ruh, jawab
Nabi Suci SAW ”.
Pertimbangkan
kemudian, berapa besar
jumlah itu, jika 70.000
dikalikan 12.000 !
catatan :
Beberapa kalangan
dalam ummat Islam
mempersoalkan konsep
Nur Muhammad (Cahaya
Muhammad atau Ruh
Muhammad) sebagai
suatu konsep yang tidak
memiliki dasar dalam
‘ aqidah Islam. Padahal,
berdasarkan data-data
yang kuat, konsep Nur
Muhammad adalah suatu
konsep ‘aqidah
Ahlussunnah wal Jama’ah
yang diterima dan diakui
oleh ijma ’ (konsensus)
ulama ilmu kalam dan
ulama ’ tasawwuf dalam
kurun waktu yang
panjang, sebagai suatu
konsep yang memiliki
sumber dalilnya dari
Qur ’an dan Hadits Nabi
sallallahu ‘alayhi
wasallam. Konsep
‘ aqidah Nur Muhammad
salallahu ‘alayhi
wasallam menyatakan
antara lain bahwa
cahaya atau ruh dari
Nabi Besar Muhammad
sallallahu ‘alayhi
wasallam adalah
makhluk pertama yang
diciptakan sang Khaliq,
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala, yang kemudian
darinya, Dia Subhanahu
wa Ta ’ala menciptakan
makhluk-makhluk
lainnya. Allah Subhanahu
wa Ta ’ala menyebut
Rasulullah sallallahu
‘ alayhi wasallam sebagai
Nuur (cahaya), atau
sebagai "Siraajan
Muniiran" (makna literal:
Lampu yang Bercahaya).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar